Permintaan Tinggi, Jawa Tengah Krisis Blangko e-KTP


Untuk warga Jawa Tengah kali ini harus bersabar untuk bisa memiliki kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Pasalnya hal tersebut karena blangko yang setiap minggunya diberikan sebanyak 4.000 blangko belum bisa menutup kebutuhan 2,2 juta warga yang berada di Jawa Tengah yang ingin memiliki E-KTP.

"Sebanyak 2,2 juta warga Jateng belum bisa mencetak E-KTP," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil Jawa Tengah Sugeng Riyanto, Rabu (8/1/2019).

Untuk permintaan E-KTP di Jawa Tengah Sugeng Riyanto mengatakan cukup tinggi karena setelah Pemilu 2019 dan terus meningkat setiap harinya dari bulan September 2019 yang lalu.

"Karena krisis blangko E-KTP  untuk sementara kita memberikan surat keterangan (suket) sebagai pengganti E-KTP selama enam bulan ke depan," ujarnya.

Berdasarkan pantauannya, hampir di semua tempat mengalami kelangkaan. Tak seimbang dengan jumlah permintaan yang terus meningkat setiap harinya. Sugeng menerangkan permintaan E-KTP di Jateng yang terbilang tinggi tak terlepas dari dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat.


"Setiap hari itu permintaannya ada terus. Kan tiap hari ada yang minta E-KTP baru karena usianya sudah mencukupi. Belum lagi yang mengubah status pekerjaan, menikah, pindah rumah, dan lain-lain," katanya.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Tito: Negara Tidak Harus Kalah Oleh Oganisasi Kemasyarakatan

Anies Baswedan Menilai BPPT Sudah Offside Tentang Hujan Buatan

Bank Pelat Merah Pertahankan Posisi Achmad Baiquni Sebagai Direktur Utama BNI